Postingan

Creep

Ketika ingin melihat sisi dari orang lain Tapi terlihat salah Menyalahkan diri sendiri yang tak kunjung bebenah diri 'Aku hanya ingin bahagia' Tumpahkan nak, tumpahkan saja Hormon yang meluapmu itu Tidak ada yang mengerti satu orang pun Karena mereka juga punya masalah sendiri. Dan akhirnya dipendam entah sampai kapan Mau berbagi peluh dengan siapa Kalau cerita saja tak sanggup Memang, dipendam lalu keluar sendiri bak orang yang punya jiwa Manusia, bukan tempat untuk menaruh harapan Boleh menginginkan sesuatu namun Ah entahlah, aku hanya memikirkan sisi negatifnya saja Karena sering dalam 24 tahun aku hidup Dalam kekecewaan rasa sepi, tak dianggap, menyendiri itu cuma sebagian kecil pengalaman Ketika tahu aku akan bahagia, Maka aku tau aku juga akan kecewa Kecewa atas diri sendiri yang tak bisa membahagiakan orang lain Jelas, diri sendiri saja tak bisa bahagia Bagi sebagian orang ada yang menganggapku aneh Yah orang lain berpendapat apa saja aku tak pedul...

Crisis

All I need is to trust my self. Berada di lingkungan yang memang ‘depresi’ atau hanya sekedar ‘overthinking’ dianggap tabu dan sepele. Gue yang selalu berusaha menyimpan banyak cerita yang selalu gue tuang kedalam blog ini, karena ga ada orang lain yang bisa gue bagikan kecuali memang Allah yang selalu akan mendengar keluh kesah hamba-Nya. Tapi hal itu mutlak, lain hal dengan lingkungan yang baru dan pastinya akan gue jejaki dalam beberapa waktu kedepan. Apakah gue akan bisa menjalaninya atau tidak, gue tidak terlalu mempermasalahkan. Sesuatu yang gue permasalahkan adalah ketika gue menemukan suatu hal yang janggal atau hal yang tidak gue inginkan terjadi, apakah gue tetap akan tenang atau chaos ? Apakah ini suatu penyakit yang gue alami atau bukan? Sebenarnya banyak faktor yang gue ketahui ketika gue beranjak diusia hampir seperempat abad ini. Ketika gue punya satu masalah, yang gue lakukan adalah berpikir ‘i dont give a fuc* with this, so just relax and let it go’ tapi kalau m...

282

Semesta itu luas, seluas kita bisa bersyukur. Bersyukur karena telah diberi kesempatan untuk hidup hari ini. Tersenyum untuk orang-orang yang kita sayangi Membagi cerita yang kita rasa Bahagia karena telah berjuang melalui masa lalu Berkeluh kesah apa yang diresahkan Karena bukan hanya tentang diri sendiri Tapi semesta Cinta yang kita punya  Simpati yang bisa muncul Empati yang ada, terkadang Amarah, tangisan Penyesalan,  Semuanya pernah mendampingi

Loser

Ketika saya menginginkan kematian, yang ada orang terdekat yang pergi dulu meninggalkan saya. Ketika saya ingin mencintai diri saya sendiri, yang ada saya dibutakan ekspektasi. Ketika saya ingin mencintai orang lain, selalu saja ada yang menghalangi. Sebenarnya pun saya juga tidak tahu apa yang membatasi saya. Ketika perjalanan saya yang hampir 1/4 abad ini yang saya inginkan adalah untuk menjadi diri sendiri. Menjadi diri sendiri kok, masih hobi mengecewakan diri sendiri? Apa memang seharusnya begitu? Pernah terpikir untuk menyakiti diri sendiri, tapi lucunya malah saya tidak berani melakukannya. Terbenam dan terbenam semakin dalam karena amarah yang tak pernah padam. Dan nasihat orang lain tiada guna, kalau hanya kata 'sabar' yang selalu mampir dilidah mereka.

Luap

Desember memang sudah berakhir, kenangan sudah entah kemana mengalir Hanya menyisakan raga yang ikhlas siap ditempa menjadi pribadi seperti baja Saya tidak menganggap saya benar, saya hanya ingin saya diterima Apakah saya salah kalau saya bertahan? Apakah saya salah kalau membela diri sendiri? Saya harus bagaimana? Apakah saya harus mengikuti kata orang lain? Boleh saya berteriak dan bilang SAMPAH! sampah yang bau, tak berguna Tapi tak sedikit pun suara keluar, tak sanggup bibir ini membuka

If I

Jika aku tidak terlahir di dunia, apakah aku akan menderita? Jika aku tidak terlahir di dunia, apakah aku akan menangis? Jika aku tidak terlahir di dunia, apakah aku akan berubah? Jika aku sama, apakah kamu akan berbeda? Pertanyaan yang berkecamuk, takdir apakah yang harus aku temui lebih dahulu Apakah kematian lebih dahulu? Apakah jalanku masih panjang dengan dunia yang fana ini? Karena aku tahu, tidak ada yang abadi, kecuali Tuhan Karena aku tahu, hidup ini hanya sekedar menumpang Tak tahu lagi kalau sudah berpisah dengan raga ini Karena aku tak ingin tinggi hati, hanya malu dengan sifat percaya diri Bahwasanya masa depan pasti aku miliki Berujung kepasrahan akan kematian atau jalan yang sekarang aku jalani Jika kematian yang menghampiri lebih dulu, apakah keluargaku akan mengenangku sepanjang hidup mereka? Jika jalan yang sekarang aku pilih, apakah Tuhan merestuinya? Entah apa yang lebih dulu, semua pasti kejutan dari-Nya Siap atau tidak, aku hanya bisa pasrah dan te...

Perspective (2)

Halo. Aku gak tau aku lagi depresi atau engga. Aku sebenarnya gak butuh apa-apa, hanya raga yang Tuhan kasih yang belum bisa aku amanahkan. Aku cuma bingung, sampai kapan aku berada disini? Hanya menumpang di raga yang bahkan aku gak bisa jaga. Banyak sekali diluar sana yang bisa jadi sumber bahagia. Tapi menurutku tidak. Yang ada hanya orang peduli sama diri mereka sendiri. Apakah aku tetap bertahan hidup sampai tua? Apakah aku besok masih bernapas? Apakah aku akan sempat merasakan namanya pernikahan? Apakah aku boleh berharap? Hanya kepada Tuhan? Apakah aku boleh tak percaya dengan seorang pun? Apakah aku boleh mengeluh?