Postingan

Go On

Assalamualaikum stalkers~ Alangkah baiknya gue memberi salam kan? Hehe. Sebenarnya gue mau ngeblog dari sore tadi, tapi ngantuknya luar angkasa plus pusing jadi gue istirahat dulu (yaelah curhat) Topik yang gue bahas malam ini sih ga jauh-jauh dari kehidupan sehari-hari, yah namanya juga "life about myself" kan, hihiy. Pernah kan diantara kalian yang mendengar semboyan ini "dont judge book cause the cover" ya begitu kurang lebihnya. Dewasa ini, kayaknya semakin gue bertambah umur dan pengalaman hidup (padahal 21 aje belom pengalaman apanya ya...) semakin banyak yang bisa gue pelajari dan gue pahami bahwa manusia itu unik. Unik entah itu dari sifat aslinya, dari cara mereka menghadapi masalah, cara melakukan sesuatu, dan lain-lain. Salah satunya ya itu, memandang orang lain hanya dari fisik, nomor paling wahid dan ga pernah ketinggalan. Manusiawi memang, pertama kali kita melihat orang lain itu dari fisiknya. Kalau dia cantik, kurus, ganteng, tinggi, pasti k...

Evergreen

I lie awake beside the windowsill Like a flower in a vase A moment caught in glass.. hmm The rays of sunlight come and beckon me To a sleepy dreamy haze A sense of summer days If only I could stop the flow of time Turn the clock to yesterday Erasing all the pain... I've only memories of happines Such a pleasure we have shared I'd do it all again This scenery is evergreen As buds turn into leaves The olours live and breathe This scenery is evergreen Your tears are falling silently

Moon On The Water

Cahaya itu perlahan datang lagi, menghangatkan seluruh hati ini. Kamu genggam erat tanganku lagi, tak peduli dinginnya angin malam saat itu. Senyum yang dulu menghilang, kini kita rajut sehelai demi sehelai. Senyum tulus ikhlas, menghapus masa lalu yang membekas. Dari hal sesederhana itulah, kita bahagia. Aku memang bodoh, karena aku tak tahu apa yang akan terjadi hari esok. Tapi yang jelas, aku minta satu hal. Seburuk apapun ujian atau pujian entah apalah, jangan pernah beranjak dari sini. Tetaplah disini, dibawah sinar bulan ini. Rangkul bahuku, agar kita bisa berbagi rasa kehidupan ini. Jangan pernah lelah, jangan. Terimakasih teruntuk kamu, kamu yang cuma satu. Seperti bulan yang selalu ada saat bumi terlelap. Sinarnya selalu menghangatkan ketika dingin mencekam. Seperti bulan yang selalu setia menemani bumi sepanjang malam.

22:45

Perasaan itu muncul lagi, entah datangnya darimana. Perasaan yang menghangatkan, dan juga mendebarkan. Rasa khawatir ini mungkin berlebihan. Ada marah, rindu, kesal, senang, juga pusing. Tolong jawab, perasaan apakah ini? Akh!

Lost Stars

Belajar dari masa lalu, itu kita. Mencoba untuk bangkit, lalu jatuh, bangkit lagi. Tak ada yang bisa mengerti kita. Mimpi dan angan, fantasi dan bintang. Seperti itulah kita. Sinarnya tak selalu ada, tapi indah bila muncul. Tuhan, aku selalu berdoa kepadamu tentang kehidupan ini. Aku bukan menangisi takdir, tapi aku tau bagaimana rasanya kehilangan. Namun suatu saat, cahaya itu akan bersinar dan bersatu. Jangan bersedih, karena akulah yang sedang menari dalam tangisanku sendiri. Semoga kita masih bisa seperti bintang, walaupun berjauhan.

Diam

Aku diam, bukan berarti tak memperhatikan. Aku sedang melihat sekitarku, khususnya atmosfir didalam ruangan yang kita ciptakan. Aku diam, bukan berarti tak mendengar. Aku sedang mencari suara yang dulu pernah kita buat. Suara kegaduhan, suara tawa, suara tangisan. Aku diam, bukan berarti tak mencari. Tapi, aku tak ingin. Ragu.  Bagaimana bisa aku berlari jika kau terus menarikku kebelakang? Mengapa kau selalu bisa menjadi inspirasiku? Apa yang harus aku perbuat? Dimana lagi aku bisa mencari orang sepertimu itu? Kapan aku bisa membuat garis senyum di wajahmu itu? Jadi, aku hanya bisa diam. Sampai waktu menjawab.

Ikhlas.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Tumben banget ya sekarang gue pake salam segala, yah biar berkah lah. Sebenernya kepala gue udah pusing stadium 2, tapi hati gue belum bisa tenang kalo semua perasaan yang nyangkut disini nih, belum lega. Gue mau membahas masa lalu. Emang sih, gak penting banget ngomongin masa lalu, apalagi bener-bener gak bisa berpaling dari masa lalu. Itu udah keterlaluan. Masalahnya, bukan jari-jari ini sendiri lah yang mau ngebahas tentang itu, tapi.... namanya juga perempuan. Keinget aja kejadian atau kenangan masa yang indah-indah, bikin gue nyengir. Bukan sekedar itu, masa-masa yang pait atau gak enaknya juga, misalnya, diputusin pacar saat hari ulang tahun gue, itu pait bro. Saat ketawa bareng pacar, saat ujan-ujanan bareng, saat makan bareng, dan lain-lain. Oiya, ini semua gue ceritain bukan menyangkut 1 orang aja ya, tapi universal aja. Jadi yang bersangkutan tidak merasa ge-er atau apapun.  Gagal move on? Maybe. Atau waktu gue ya...